Minggu, 30 Juni 2013

SUMSUM TULANG BELAKANG

Sumsum tulang belakang adalah saraf yang tipis yang merupakan perpanjangan dari sistem saraf pusat dari otak dan melengkungi serta dilindungi oleh tulang belakang. Fungsi utama sumsum tulang belakang adalah transmisi pemasukan rangsangan antara periferi dan otak.
Pada potongan melintang, bentuk sumsum tulang belakang tampak terbagi dua bagian, yaitu bagian tepi atau luar yang berwarna putih dan bagian dalam berwarna abu-abu. Bagian tepi berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson, dan beentuknya seperti tiang. Sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu dan bentuknya seperti sayap atau seperti huruf H. Sayap (bentuk huruf H) yang letaknya mengarah keperut disebut sayap ventral. Ssayap ventral banyak  mengandung badan neuron sensorik. Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, sebagai penghantar impuls dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke otot tubuh.
Susum tulang belakang merupakan salah satu bagian dari sistem saraf pusat manusia yang menghubungkan sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat di otak. Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls menuju otak dan berperan dalam proses gerak refleks. Sumsum tulang belakang pada laki-laki umumnya mempunyai panjang sekitar 45 cm, sedangkan pada wanita adalah 43 cm. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh bagian-bagian tulang belakang, yaitu tulang serviks, toraks, lumbar, dan sakral. Setiap bagian tulang tersebut mempunyai dua fungsi jenis saraf dalam tubuh yang berlainan. Selain berfungsi menghubungkan impuls ke otak, sumsum tulang belakang berperan juga dalam mekanisme pergerakan refleks.
Ada 31 pasang saraf di tulang belakang yang tersebar mulai dari tengkorak hingga tulang ekor. Sel saraf tulang belakang terdiri atas bagian akar ventral dan akar dorsal. Sementara itu, sel saraf lainnya di tulang belakang hanya berfungsi sebagai sel saraf penghubung (interneuron).
Sistem Saraf Tepi
Berdasaarkan fungsinya, sistem saraf tepi dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf aferen (sistem saraf sensoris) dan sistem saraf eferen (sistem saraf motoris). Sistem saraf aferen tersusun atas neuron yang membawa impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat. Adapun sistem saraf eferen tersusun atas neuron yang membawa impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor. Sistem saraf tepi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari jalur rangsang dan tanggapan pada sistem saraf pusat. Dari diagram sebelumnya, dapat diketahui bahwa sistem saraf tepi dibangun oleh dua tipe sel saraf, yaitu sel saraf somatik dan sel saraf otonom. Kedua jenis sel saraf ini dibangun oeh sistem saraf sensorik dan motorik sehingga menjadi perantara impuls antartubuh dengan sistem saraf pusat. Sistem saraf somatik membawa pesan dari organ reseptor tubuh menuju sistem saraf pusat. Sistem saraf somatik terdiri atas 12 pasang saraf kranial di otak dan 31 pasang saraf spinal. Saraf kranial keluar dari otak. Umumnya saraf ini terhubung dengan organ atau jaringan di kepala dan muka. Adapun saraf spinal keluar dari sumsum tulang belakang.

Tabel 1. Dua Belas Pasang Saraf Kranial di Otak
Nama Saraf
Tipe
Fungsi
Olfaktori
Sensorik
Penciuman
Optik
Sensorik
Penglihatan
Okulomotor
Motorik
Pergerakan otot bola mata dan keloapak mata
Troklear
Motorik
Pergerakan otot bola mata
Trigeminal
Campuran
Sensorik : Sensasi di wajah dan mulut, motorik : mengunyah
Abdusena
Motorik
Pergerakan bola mata
Fasial
Campuran
Sensorik : rasa (kecap), motorik : pergerakan di wajah dan kelenjar pencernaan
Auditori
Sensorik
Pendengaran dan keseimbangan tubuh
Glosofaring
Campuran
Sensorik : rasa (kecap), motorik : menelan
Vagus
Campuran
Saraf utama untuk sistem pusat parasimpatik
Aksesori
Motorik
Menelan dan pergerakan leher
Hipoglossal
Motorik
Otot di lidah

Berbeda dengan sistem saraf somatik, sistem saraf otonom bekerja di luar kesadaran dan memengaruhi kerja otot organ dalam, seperti usus halus dan jantung. Sistem ini terbagi lagi menjadi sistem saraf simpatetik dan sistem saraf parasimpatetik. Sistem saraf otonom disusun oleh saraf sensorik dan saraf motorik.
Sistem saraf simpatetik dan para simpatetik umumnya akan bekerja pada organ target yang sama dengan sifat bertolak belakang. Sistem araf parasimpatetik mengatr banyak sistem kerja tubuh, seperti mengendurkan laju detak jantung, penyempitan pupil, dan kontraksi kandung kemih. Sementara itu, saraf simpatetik beerja sebaliknya, seperti memepercepat detak jantung, pelebaran pupil, dan relaksasi kandung kemih.
Pada saat Anda berjalan, secara tidak sengaja kaki Anda menginjak duri. Anda tentu tidak akan akan berfikir panjang tentang apa yang harus ada lakukan, atu dalam hal ini Anda akan bergerak secara spontan atau yang dikenal pula dengan sebutan gerak refleks. Namun bagaimanakah mekanisme gerak refleks? Secara spontan Anda akan melompat atau menghindar dari duri tersebut . gerak efleks merupakan respon sel saraf motorik, sensorik, interneuron, efektor, dan rgan-organ sensor secara cepat dalam waktu bersamaan. Gerak refleks berada dalam kondisi tak sadar. Pada gerak refleks, jalur penghantaran impuls dipersingkat sehingga tidak perlu ada regulasi dari sistem saraf di otak. Respon tersebut berlangsung secara cepat. Sebagai contoh yang lain ketika lutut kita dipukul. Ketika lutut dipukul, resertor akan mendeteksi adanya perubahan pada tendon. Kemudian, neuron sensoris akan meneruskan informasi tersebut ke sistem saraf pusat (sumsum tulang belakang) dan neuron intermediet (interneuron). Dari sumsum tulang belakang, impuls akan diterusan melalui neuron motoris ke efektor berupa satu sel otot (quadriceps). Respon quadriceps ini akan membuat kaki terangkat. Pada saat yang bersamaan, neuron motoris lainnya merespon impiuls dari interneuron. Akibatnya, otot paha bawah (otot fleksi) akan terhambat sehingga relaksasi dan tidak menahan gerak dari otot paha atas (quadriceps).
Penyakit-Penyakit yang ada hubungannya dengansumsum tulang belakang
1.      Tumor tulang belakang. Ini termasuk tumor pada kolom tulang belakang atau sumsum tulang belakang. Tumor mungkin primer (berasal dari tulang belakang) atau lebih sering menyebar dari tempat lainnya (seperti hati, paru-paru dan payudara). Mereka menghasilkan beberapa gejala, seperti nyeri punggung/kaki, gejala neurogikal (kelemahan, mati rasa, gaya berjalan limbung).
2.      Trauma tulang belakang. Cedera tulang belakang umum pada kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian dan cedera menyelam. Retak tulang belakang dapat menyebabkan nyeri atau kekurangan neurologis, operasi diperlukan pada kasus dimana tulang belakang tidak stabil atau terdapat gumpalan darah atau pergeseran cakram yang mengakibatkan tekanan sumsum tulang belakang akut.
3.      Pengerasan otak atau sumsum tulang belakang. Penyakit ini disebabkan karena banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan

Pada kasus penyakit leukimia yakni penyakit yang disebabkan karena terlalu banyak memiliki leukosit (sel darah putih). Pada penentuan apakan seseorang menderita leukimia atau tidak dapat dilakukan dengan melakukan tes BMP (Bone Marrow Puncture). BMP adalah sebah proes pemeriksaan sumsum tulang belakang dengan cara mengambil sampel dari sumsum tulang belakang seorang pasien. Pemerisaan sampel sumsum tulang jugamemeriksa secara teliti baik jumlah maupun komponen-komponen yang terdapat didalamnya hingga dapat diketahui dengan lebih akurat jika terdapat kelainan sedikit saja pada struktur penyusun sumsum tuang belakang yang cara mengambilnya cukup membuat takut.
Thanks to:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar